• NASI TUMPENG

    Kami melayani permintaan Nasi Tumpeng atau Tumpengan untuk acara-acara bersejarah Anda, baik di kantor maupun di rumah Anda.

  • JUS TOMAT

    Buah Tomat merupkan jenis buah sayur yang dinikmati oleh banyak orang yang sangat populer digunakan dalam berbagi jenis salad, sebagai campuran sambal maupun di nikmati dengan sebagai jus. Beberapa orang percaya bahwa manfaat jus tomat berkurang dibandingkan dengan makan tomat segar. Namun, hal tersebut hanyalah sebuah mitos! Tomat tidak kehilangan nutrisi penting yang dikandungnya setelah Anda menempatkan mereka melalui blender atau ekstraktor jus. Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari jus tomat.

  • AYAM BADENG BUMBU BALI

    Ayam bumbu bali dengan racikan bumbu kreasi warung jali-jali

  • JUS JAMBU BIJI

    Jambu biji banyak mengandung vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan selain itu mengandung vitamin B,A niasin, pectin, kalsium, fosfor dan zat besi.

  • Kamis, 25 Juni 2009

    Jus alpukat


    Meski banyak mengandung lemak, alpukat justru menurunkan kadar
    kolesterol, serta mencegah kanker, penyakit jantung, dan gangguan hati.
    Buah ini juga mambuat kulit dan rambut lebih indah, serta meningkatkan
    libido.

    Alpukat (Persea Americana Mill) termasuk ke dalam famili tumbuhan
    lauraceae. Tanaman ini dikenal dengan nama asing advocaat atau avocado
    pear. Tanaman alpukat berasal dari Amerika Tengah (Meksiko, Peru,
    Venezuela) dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18.

    Tanaman ini berupa pohon yang tingginya dapat mencapai lebih dari 20
    meter. Pohon alpukat sangat cocok tumbuh pada ketinggian antara
    200-1.000 m di atas permukaan laut. Curah hujan yang diperlukan tumbuhan
    ini antara 1.500-3.000 mm per tahun.
    Negara-negara penghasil alpukat dalam skala besar adalah Amerika
    (Florida, California, Hawaii), Meksiko, Brasil, Peru, Australia, kuba,
    Argentina, dan Afrika Selatan.

    Di Indonesia, tanaman alpukat masih merupakan tanaman pekarangan, belum
    dibudidayakan dalam skala usaha tani. Walaupun bisa ditanam di seluruh
    wilayah Indonesia, daerah sentral produksi alpukat masih terbatas di
    Pulau Jawa, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bali, Sulawesi
    Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

    Tinggi Lemak

    Alpukat dikenal sebagai sumber lemak yang sangat tinggi, yaitu 14,66g
    per 100g. Kandungan lemak alpukat melebihi durian, yaitu mencapai dua
    kali lipatnya. Hal itu yang menyebabkan sebagian masyarakat menjadi
    khawatir untuk mengonsumsinya, terutama kaum wanita, karena alasan takut
    menjadi gemuk.

    Benarkah? Konsumsi alpukat 200 gram per hari terbukti tidak meningkatkan
    berat badan.

    Pendapat bahwa alpukat adalah buah yang banyak mengandung lemak dan
    karena itu tidak sehat, memang sudah lama sekali beredar di masyarakat.
    Faktanya, alpukat memang mengandung lemak yang tinggi, tetapi umumnya
    terdapat dalam bentuk lemak tidak jenuh tunggal (monounsaturated fatty
    acids = MUFA).

    Kandungan asam lemak jenuh pada alpukat adalah 2,13g/100g, sedangkan
    lemak tidak jenuh tunggalnya (MUFA) mencapai 9,8g/100g. Konsumsi asam
    lemak dalam bentuk MUFA, seperti yang ada dalam alpukat, justru dapat
    memperbaild kadar kolesterol dan memproteksi kenisakan arteri (pembuluh
    darah).

    Lemak alpukat juga mengandung asam lemak tidak jenuh ganda (PUFA) dengan
    kadar 1,82g/100g daging buah. Manfaat PUFA pada alpukat sama dengan yang
    ada pada ikan laut. Konsumsi MUFA dan PUFA dalam jumlah yang cukup akan
    memberikan manfaat kesehatan yang optimal bagi tubuh.

    Asam lemak MUFA yang banyak terkandung dalam alpukat adalah asam oleat
    (seperti asam lemak yang terdapat dalam almond dan minyak zaitun). Asam
    oleat merupakan asam lemak omega-9 yang dapat menurunkan kadar
    kolesterol total dan LDL (kolesterol jahat), tetapi sebaliknya
    meningkatkan HDL (kolesterol baik).

    Hasil sebuah penelitian, pria yang mengonsumsi alpukat selama tiga bulan
    berturut-turut akan mengalami penurunan kadar kolesterol LDL sebesar 12
    persen. Hal tersebut dapat melindungi pembuluh darah dari kerusakan
    akibat aterosklerosis.

    Penelitian yang dilakukan para kardiolog di Queensland, Australia,
    menemukan bahwa konsumsi alpukat (1 buah per hari) dapat menggantikan
    diet rendah lemak untuk menurunkan kolesterol. Penelitian tersebut
    dilakukan dengan membandingkan wanita yang diberi diet tinggi
    karbohidrat tetapi rendah lemak dengan wanita lain yang diberi diet
    tinggi alpukat selama 3 minggu. Alpukat dimakan atau dioleskan pada roti
    atau biskuit.

    Hasil penelitian tersebut menunjukkan kolesterol turun rata-rata sebesar
    4,9 persen pada kelompok pertama dan 8,2 persen pada kelompok kedua.
    Diet rendah lemak ternyata tidak menurunkan kadar kolesterol LDL dan
    malah menurunkan kadar kolesterol HDL sampai 14 persen. Hal ini terutama
    terjadi pada diet sangat rendah lemak. Sebaliknya, makan alpukat dapat
    menurunkan kolesterol LDL.

    Perindah Kulit

    Alpukat juga dapat meningkatkan penyerapan senyawa-senyawa karotenoid di
    usus, seperti betakaroten dan alfakaroten, yang merupakan antioksidan.
    Jadi, anggapan bahwa alpukat itu harus dihindari bagi orang yang
    kolesterolnya tinggi atau gemuk tidaklah benar.

    Alpukat itu sendiri ternyata sangat bermanfaat bad tubuh. Jadi, yang
    harus diperhatikan adalah cara penyajiannya, misalnya hindari penambahan
    susu kental manis, gula atau sirop, jika Anda mengonsumsi alpukat.

    Alpukat justru sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit. Alpukat
    mengandung vitamin A, C, dan E, niasin, asam pantotenat, zat besi,
    kalium, serta protein yang tidak biasanya terdapat dalam buah. Semua zat
    gizi tersebut berguna bagi keindahan dan kesehatan kulit.

    Berbeda dari buah-buahan lain, alpukat hampir tidak mengandung pati,
    sedikit mengandung gula buah, tetapi berlimpah serat selulosa. Faktor
    ini menjadikan alpukat dianjurkan sebagai bagian dari menu untuk
    mengendalikan diabetes.

    Zat besi dan zat tembaga yang berlimpah membuat alpukat penting dalam
    pembentukan sel darah merah dan pencegahan anemia gizi. Paduan antara
    vitamin C, vitamin E, zat besi, dan mangan menjadikan alpukat baik untuk
    menjaga kesehatan kulit dan rambut.

    Dengan adanya asam folat dan vitamin B, serta vitamin-vitamin lainnya,
    alpukat ideal untuk merangsang pembentukan jaringan kolagen.

    Tingkatkan Libido

    Alpukat kaya akan mineral kalium (485 mg/ 100g buah), tetapi rendah
    kandungan natrium (7 mg/ 100g buah). Perbandingan tersebut mendorong
    suasana basa di dalam tubuh kita.

    Meningkatnya kebasaan tubuh akan menekan munculnya penyakit akibat
    kondisi tubuh yang terlalu asam seperti alergi, pusing, panik, serta
    gangguan pernapasan serta pencernaan. Kandungan kalium yang tinggi dapat
    membantu mengatur regulasi tekanan darah, sehingga membantu pencegahan
    penyakit darah tinggi, jantung, maupun stroke.

    Selain itu, alpukat juga kaya akan asam folat (81 mkg/ 100 g buah).
    Konsumsi satu cangkir alpukat cukup untuk memenuhi 23 persen kebutuhan
    tubuh akan asam folat.

    Sebuah penelitian yang melibatkan 80.000 wanita selama 14 tahun
    menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi asam folat secara teratur
    mempunyai risiko 55 persen lebih rendah untuk terkena serangan jantung.
    Penelitian lain juga menunjukkan bahwa konsumsi asam folat dapat
    menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

    Kandungan vitamin K pada alpukat juga cukup baik (81 mcg/ 100g buah).
    Menurut The George Mateljan Foundation, konsumsi satu cangkir alpukat
    dapat memenuhi 36,5 persen kebutuhan tubuh akan vitamin K.

    Vitamin K sangat penting bagi pembentukan protrombin. Kadar protrombin
    yang tinggi di dalam darah merupakan indikasi baiknya daya penggumpalan
    darah. Karena itu, vitamin K juga dikenal sebagai vitamin koagulasi
    (penggumpal darah untuk penyembuhan luka).

    Alpukat juga dapat meningkatkan gairah seksual. Kandungan vitamin B6
    (0,26 mg/ 100g buah) pada alpukat dapat meningkatkan produksi hormon
    pria, sedangkan kaliumnya dapat membantu mengatur kerja kelenjar tiroid
    pada wanita. Kedua hal tersebut akan berkontribusi positif terhadap
    peningkatan libido seseorang.

    Alpukat juga sangat baik untuk menjaga kesehatan hati. Menurut
    penelitian yang dilakukan oleh Hirokazu Kawagishi dan Kimio Sugiyama
    dari Shizouka University, alpukat sangat bermanfaat bagi kesehatan hati.
    Dalam penelitian tersebut, ditemukan lima senyawa aktif yang efektif
    untuk mengurangi kerusakan hati. Eksperimen dengan tikus percobaan
    menunjukkan bahwa sari alpukat sangat efektif untuk mengobati virus
    hepatitis yang menyerang hati.

    Buah ini efektif pula untuk melawan sel kanker. Menurut publikasi
    Journal of Nutritional Biochemistry, ekstrak alpukat mengandung
    karotenoid dan tokoferol yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker
    prostat.

    Alpukat juga mengandung glutation yang sangat berguna untuk menjaga
    pertumbuhan dan kesehatan sel. Glutation juga dapat membersihkan radikal
    bebas berbahaya pada makanan berlemak, sehingga dapat mencegah penyakit
    kanker lebih dini.